Tekad Damai di Manono, Ex-Combatan_ Serahkan Alat Perang Ke Satgas Indo RDB MONUSCO

Kongo – Wujudkan tekad damai dan hidup rukun berdampingan, _Ex-Combatan_secara suka rela menyerahkan alat perang berupa dua pucuk senjata api, enam busur dan 12 anak panah kepada Satgas _Indo RDB MONUSCO_ di Manono, Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Konga XXXIX-A RDB/ MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko, dalam rilis tertulisnya di Manono, Kongo, Rabu (3/7/2019).

Diungkapkan Dwi, senjata api yang diserahkan _Ex-Combatan_ itu berjenis Arquebus 1458. Penyerahan tersebut berlangsung saat dirinya didampingi _Head Of Office (HoO)_ Mr. Jacob Mogeni, melakukan kunjungan kerja di wilayah _Combat Operation Base (COB)_ Manono, Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Selasa (2/7/2019).

“Kemarin kita menerima senjata api, busur dan anak panah secara sukarela dari _Ex-Combatan_ yang tinggal di Desa Lwakato, 20 Km dari COB Manono,” katanya.

“ _Ex-Combatan_ tersebut berasal Suku Twa dan Suku Bantu” Tambah Dwi.

Dijelaskan Dwi, penyerahan tersebut dikarenakan mereka ingin menciptakan kehidupan yang damai di wilayah Manono. “Ini wujud tekad mereka yang ingin menciptakan kedamaian,” katanya.

Hal ini juga ujar Dwi, tidak lepas dari peran personel Satgas _Indo RDB_ yang rutin melaksanakan patroli dan menggelar berbagai kegiatan _Civil and Military Coordination (CIMIC)_ di wilayah Desa Lwakato.

“Karena seringnya melakukan Patroli dan kegiatan _CIMIC_ seperti menggelar pelayanan kesehatan gratis di wilayah Manono, membuat _Ex-Combatan_ tersebut bersimpatik dan percaya kepada Satgas,” bebernya.

Dwi pun memaparkan asal mula penyerahan senjata perang oleh _Ex-Combatan_ itu, berawal ketika beberapa waktu lalu, tim patroli Satgas yang dipimpin Kapten Pas Kurniawan Tuharea berhasil bertemu dengan kedua kepala suku yang pernah berperang. Yaitu Kepala Suku Twa, Mr. David Kulumba dan Kepala Suku Bantu, Mr. Darius.

“Komunikasi awal hingga terjadi penyerahan senjata perang berawal saat tim patroli kita bertemu Kepala Suku Twa dan Bantu,” ungkapnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, lanjut Dwi, kedua kepala suku tersebut menyepakati akan menyerahkan senjata dan peralatan perang milik mereka kepada Satgas _Indo RDB_ sekaligus menyatakan kembali hidup damai berdampingan antara kedua suku.

“Melalui pendekatan persuasif, mereka pun akhirnya sepakat akan menyerahkan senjata perang milik mereka kepada Satgas,” katanya.

Atas keinginan mereka tersebut, Dwi Sasongko pun langsung bergerak cepat dengan mengadakan kunjungan resmi ke wilayah COB Manono.

Kepada _Ex-Combatan_, Dwi sangat mengapresiasi niat mereka yang ingin hidup damai.

Ia pun berharap agar apa yang telah dilakukan _Ex-Combatan_ tersebut dapat diikuti oleh _Ex-Combatan_ lain, sehingga tidak ada lagi pertikaian antar suku di wilayah tersebut.

“Saya berharap ini, akan diikuti oleh _Ex-Combatan_ yang lain, sehingga akan tercipta kedamaian yang hakiki di tanah Kongo,” pungkasnya.

Sementara itu Mr. David Kalumba menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Satgas _Indo RDB MONUSCO_ atas upayanya untuk menciptakan kedamaian di Kongo. Khusus di wilayah Desa Lwakato.

“Kehadiran Satgas, sangat membantu warga untuk lebih hidup damai,” katanya.

Bukan hanya itu, dirinya pun mengapresiasi kegiatan-kegiatan _CIMIC_ yang telah digelar Satgas di desanya. Ia berharap kegiatan _CIMIC_ kedepan agar difokuskan pada pembangunan pasar tradisional serta diadakan proses pembelajaran dan pengenalan huruf alfabet kepada warga kedua suku yang ada di wilayahnya.

“Saya ingin kegiatan CIMIC difokuskan untuk mengajarkan warga khususnya anak-anak dalam hal pengenalan huruf alfabet,” pintanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *