Dandim 0621/Kab.Bogor Dampingi Danrem 061/SK Laksanakan Apel Penanggulangan Bencana

Bogor, Memasuki musim penghujan bencana alam di wilayah Bogor belakangan marak terjadi, bencana yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi maupun angin puting, sudah memberi dampak kerugian materi bagi warga Bogor. Tercatat ratusan rumah rusak akibat bencana angin puting beliung yang terjadi di kecamatan Ciomas kab Bogor.

Oleh karena itu Danrem 061/SK bersama BPBD mengadakan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam serempak di wilayah Korem 061/SK yang meliputi Kab.Bogor, Kota Bogor, Cianjur, Kab.Sukabumi, dan Kota Sukabumi. Sebagai Pusat Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam, diadakan di Lapangan Tegar beriman kabupaten Bogor yang dipimpin langsung oleh Danrem 061/SK Brigjen Novy Helmy Prasetya, Kamis ( 26/12/2019 ).

Dalam arahannya Danrem menyampaikan bahwa dimusim penghujan diakhir tahun 2019 ini sangat dikhawatirkan terjadi bencana alam yang tidak dapat diprediksi, berbekal pengalaman tahun tahun sebelumnya bahwa setiap musim penghujan disaat curah hujan cukup tinggi, musibah banjir dan tanah longsor kerap kali terjadi, bahkan angin puting beliung pun diawal musim penghujan sudah banyak menghancurkan rumah rumah warga.

” Bencana Alam sulit diprediksi dan sulit dihindari, oleh karena itu dengan dilaksanakannya latihan kesiapsiagaan para petugas dan masyarakat,
diharapkan mampu meminimalisir korban bencana, baik harta benda maupun korban jiwa.” Ungkapnya.

Kemudian ia menambahkan bahwa petugas harus selalu siap siaga, namun tetap harus diatur sebaik-baiknya, karna bagaimanapun petugas bencana alam juga manusia biasa yang punya banyak keterbatasan.

Namun bagaimanapun semangat pengabdian yang tinggi demi keselamatan masyarakat lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi dan keluarganya.

Ketua BPBD kab Bogor pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa ia memantau terus titik titik lokasi yang rawan bencana, ada sekitar 200 desa tanggap bencana yang memerlukan perhatian dari pihak terkait. dan pihak BPBD pun telah mengantisipasi dengan menyediakan Tagana ( Taruna siaga bencana ).

Sedangkan Letkol Inf Harry Eko Sutrisno selaku Dandim 0621/Kab.Bogor menjelaskan bahwa dimusim penghujan semua harus hati hati dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, oleh karena itu semua instansi terkait harus saling bersinergi dengan baik, agar bisa saling berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam hal ini tentang bencana alam. Sesuai ketentuan bahwa TNI harus selalu aktif, namun peran serta TNI hadir bukan hanya untuk perang saja, namun juga pendekatan dengan masyarakat.

Selain Dandim 0621/Kab.Bogor Letkol Inf Harry Eko Sutrisno dan Kapolres Bogor yang mendampingi Danrem, turut hadir dalam giat tersebut TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan relawan bencana alam.

Giat Apel Kesiapsiagaan penanganan bencana alam ditutup dengan simulasi penyelamatan bencana alam.

Hera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *