Faktor angin yang tidak mendukung mengakibatkan Serda syahril gagal mendarat di DZ, penerjun TNI/AU itu mengalami patah dalam bagian kaki dan tangan kiri

BOGOR– Rabu (28/3/2018) Serda syahril hakim penerjun payung TNI/AU dari Detasemen Bravo 90 Pasukan Khas (Paskhas)   Gagal mendarat dititik pendaratan ( drop zone).

Insiden tersebut terjadi pada saat serda Syahril bersama tim nya dari kesatuan TNI/AU bertugas menghibur tamu undangan dan masyarakat dalam perayaan hari jadi Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) ke 68 dan Satlinmas ke-56 di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Serda Syahril adalah 1 dari 5 orang penerjun pertama yang melakukan penerjunan. jumlah penerjun yang saat itu ikut ambil bagian dalam penerjunan kali itu,  terdiri dari 5 penerjun dari anggota Angkatan Udara dan 5 orang dari atlit.

menurut sumber informasi Serda Syahril adalah seorang penerjun pemula, dalam arti kata ia masih kurang berpengalaman atau minim jam terbang. dan selain dari itu faktor cuaca dengan angin yang cukup kencang  saat atraksi telah mengganggu saat pendaratan.

Akibat dari peristiwa tersebut, Serda Syahril mengalami patah tulang, dan menurut dokter diruang IGD yaitu Dr. Putri bahwa cidera pada kaki dan tangan kiri syahril merupakan patah tulang tertutup, dan kemungkinan akan segera  dilakukan operasi yang akan dilakukan oleh dokter bedah RSUD Cibinong.

Sebelumnya setelah ia mendapat musibah tersebut, ia telah mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis yang berada dilapangan, dan kemudian Syahril langsung dibawa ke rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih serius.

Hera/Red

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *