Pangkoarmada I Tutup Latihan Pengamanan Pemilu 2019 Wilayah Koarmada I

Jakarta – Panglima Komando Armada 1 (Pangkoarmada 1), Laksamana Muda TNI Yudo Margono, resmi menutup latihan pengamanan pemilihan umum legiatif dan presiden di wilayah Koarmada I tahun 2019.

Acara penutupan latihan dilangsungkan di Lapangan Arafuru, Mako Koarmada I, Jakarta Pusat, Senin (11/2) pagi.

Latihan pengamanan dengan tema “Koarmada I Melaksanakan Latihan Pengamanan Pemilu Legislatif dan Presiden di Wilayahnya Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI” ini diikuti 3.250 personel dan digelar serentak di seluruh Lantamal dan jajaran Lanal wilayah Koarmada I.

Di Koarmada I, pelaksanaan latihan dilakukan bersama jajaran Lantamal III dengan jumlah peserta 1.100 personel.

Kemudian di Lantamal I Belawan diikuti 650 personel, Lantamal II Padang sebanyak 650 personel, Lantamal IV Tanjung Pinang sebanyak 650 personel, dan Lantamal XII Pontianak sebanyak 200 personel.

Panglima Komando Armada I, Laksamana Muda Yudo Margono seusai upacara penutupan latihan mengatakan, seluruh kekuatan yang dilibatkan dalam latihan hanya bersifat bantuan kendali operasi (BKO).

Artinya, mereka baru akan diterjunkan apabila ada permintaan dari Pemda, Polda dan Kodam untuk operasi bantuan keamanan.

“Kita dari Koarmada I beserta seluruh jajaran hanya menyiapkan diri jika sewaktu-waktu diminta BKO oleh Gubernur, Pangdam dan Kapolda untuk pengamanan Pilpres dan Pileg 2019,” kata Yudo.

“Seperti di sini, Koarmada I bersama Lantamal III Jakarta sudah menyiapkan 1.100 personel yang siap di-BKO jika diminta Gubernur DKI, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya untuk pengamanan Pemilu 2019,” tambahnya.

Menurut Yudo, pemberian pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ketangguhan prajurit, termasuk kemampuan untuk mendeteksi dini segala kerawanan yang berpotensi mengganggu keamanan.

Pun begitu, ia juga mengingatkan seluruh prajurit yang terlibat latihan agar menjaga kerahasiaan seluruh ilmu dan keterampilan yang didapat.

“Jangan juga ilmu dan keterampilan yang didapat kemudian disalahgunakan untuk maksud dan kepentingan tertentu,” tandas perwira tinggi bintang dua jebolan Batalyon Moro Segoro AAL tahun 1988.

Seusai upacara penutupan, satu atraksi simulasi pengamanan kerusuhan juga disuguhkan untuk dinilai dan dievaluasi bersama.

Simulasi yang juga melibatkan sejumlah personel Polri ini menerjukan dua kompi pasukan terlatih pengendali massa, lengkap dengan semua perlengkapannya.

Latihan pengamanan pemilu legislatif dan presiden di wilayah Koarmada I berlangsung selama 12 hari, terhitung sejak pembukaan pada Kamis (31/1) hingga penutupan pada Senin (11/2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *