Peduli Orangutan Pangdam VI/Mlw Tanam Matoa di BOS

Kalimantan Timur – Sebagai wujud kepedulian pelestarian satwa asli Indonesia, sekaligus sebagai sarana edukasi mengenalkan kawasan Borneo Orangutan Survival (BOS), Kodam VI/Mlw melakukan gerakan tanam Pohon Matoa.

Hal tersebut disampaikan Kapendam VI/Mlw, Kolonel Kav Dino Martino, mengutip pernyataan Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Subiyanto pada kegiatan penanaman pohon di Samboja, Kalimantan Timur, Sabtu (29 /6/2019).

Dihadapan awak media, Pangdam mengatakan dalam rangka menyambut HUT Kodam VI/Mlw yang jatuh pada 18 Juli 2019 mendatang, dilakukan berbagai kegiatan bakti sosial, diantaranya _Event Mulawarman Adventure Trail (MAT) 2019_ , pengobatan gratis dan penanaman pohon Matoa.

‘’Sengaja kita lakukan penanaman di area ini, untuk mengenalkan kawasan BOS sebagai kawasan pelestarian hewan orangutan yang saat ini sudah semakin sedikit populasinya. Kita berharap masyarakat Samboja dan Kalimantan Timur tergerak untuk melestarikan alam sekitar dan satwa yang mendiaminya,’’ terangnya.

‘’Sekaligus kegiatan ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang arti pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan, baik flora maupun fauna,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kapendam menerangkan, dalam kegiatan bakti sosial diberikan pembagian ratusan paket Sembako gratis dan pengobatan gratis bagi warga Samboja dan sekitarnya.

“Dengan digelarnya pengobatan gratis, tentu akan membantu masyarakat dalam hal menjaga kesehatan dirinya, dihadapkan dengan keterbatasan pelayanan kesehatan didaerah,” ucapnya.

“Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan dokter dan pemberian obat gratis oleh dokter dari Kesdam VI/Mlw,” terangnya.

Sementara pemberian Sembako gratis, menurut Kapendam bertujuan membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kita bersyukur, warga sangat antusias mengikuti kegiatan Baksos ini, terlihat dari banyaknya peserta yang hadir pada acara tersebut,” ucapnya.

Sulitnya medan yang dilalui untuk mencapai kawasan BOS, medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan roda empat, menjadikan _Event Mulawarman Adventure Trail (MAT) 2019_ menjadi titik awal rombongan Pangdam dan pejabat lain bergerak menggunakan kendaraan roda dua menuju lokasi dengan melalui berbagai rintangan alam yang menantang.

Turut serta pada kegiatan tersebut diantaranya Kapolda Kaltim, Kasdam VI/Mlw, para pejabat dilingkungan Kodam VI/Mlw serta instansi terkait. (Dispenad).
[30/6 23.57] Dispenad: Antisipasi Banjir, Satgas Yonif 328 Ajak Warga Yetti Bersihkan Lingkungan.

JAKARTA, tniad.mil.id,- Untuk mengantisipasi dampak banjir akibat tingginya intensitas curah hujan di beberapa wilayah perbatasan, Satgas Yonif PR 328/DGH bersama warga melakukan kegiatan karya bakti di Kampung Yetti.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han)., dalam rilis tertulisnya di Skouw, Papua, Minggu (30/6/2019).

Diterangkan Erwin, kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi, dengan tingginya intensitas hujan, membuat rerumputan dan ilalang tumbuh subur menutupi jalan, merambat kabel listrik serta menyumbat saluran air.

‘’Melihat kondisi tersebut, timbul inisiatif kita untuk melakukan kerja bakti bersama membersihkan sektor umum pembersihan ilalang dan beberapa tanaman liar merembet ke kabel listrik milik PLN,’’ ujarnya.

‘’Ini kita lakukan dalam upaya mencegah terjadi konslet dan arus pendek, yang sangat berbahaya bagi aliran listrik yang terpasang ke rumah-rumah,” ucapnya.

Selain itu ditambahkan oleh Dansatgas, kondisi rerumputan yang tumbuh subur dapat menyumbat aliran air yang membawa ranting-ranting dan lumpur sehingga dapat menyebabkan terjadinya bahaya banjir.

‘’Walaupun dengan kondisi peralatan seadanya tidak menyurutkan semangat anggota dengan warga untuk melakukan kegiatan karya bakti bersama,” terangnya.

Kita maksimalkan dengan alat seadanya, meski mesin pemotong rumput ada yang rusak, kita gunakan parang milik pribadi untuk memotong rumput-rumput,” tambahnya.

Kegiatan ini pun disambut baik oleh tokoh masyarakat Kampung Yetti yang juga ikut bekerja bersama dengan personel Satgas.

“Cuaca sekarang tidak menentu, Bapa, kadang hujan deras dan berangin, kadang panas, tapi kalo hujan turun berhari-hari menyebabkan aliran tersumbat,” imbuhnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada anggota Pos Yetti yang telah bersama warga melakukan kerja bakti ini, sehingga warga tidak perlu khawatir jika hujan datang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *