Perintah Kapolri : Cegah Kluster Baru COVID-19 di Pilkada 2020

IMG 20200731 WA0030 1024x575 1

IMG 20200731 WA0030 1024x575 1

Buserbhayangkara.com JAKARTA – Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan kepada Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto selaku Kaopspus Aman Nusa ll-2020 terkait pencegahan kluster baru COVID-19 di Pilkada serentak 2020. Idham meminta Polri berperan untuk mencegah kluster baru.

Perintah itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/2607/IX/OPS.2./2020 tanggal 7 September 2020 yang ditandatangani oleh Kabaharkam Polri. Dalam surat tersebut, Kapolri menyampaikan beberapa hal agar Pilkada Serentak 2020 tidak memunculkan kluster baru COVID-19.

Adapun arahan tersebut ditujukkan untuk para Kasatgas/Kasubsatgas Aman Nusa II/2020, Kaopsda/Kapolda, Kaopsres/Kapolres.

“Bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dengan KPU, Bawaslu, Pemda, TNI dan stakeholder terkait Pilkada agar aman, damai, dan sejuk serta aman dr covid19,” tulis Perintah Kapolri Jenderal Idham Azis.

Idham juga meminta anggotanya untuk memahami setiap peraturan yang tertuang dalam peraturan KPU. Idham ingin anggotanya bersinergi untuk menerapkan peraturan tersebut.

“Pelajari, dan pahami Peraturan KPU No 5, 9, dan 10 Tahun 2020 terkait penerapan protokol kesehatan pada setiap tahapan Pilkada Khususnya Pembatasan Jumlah Peserta Kampanye (Rapat Umum max 100 orang, Ratas dan Debat masing-masing max 50 orang),” jelasnya.

Lebih lanjut, Jenderal bintang empat ini meminta jajarannya untuk melakukan pemetaan yang berpotensi berkumpulnya massa dan memastikan lokasi sudah dilakukan penyemprotan disinfektan sebelum atau sesudah kegiatan dan menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, Idham juga berharap kepada para paslon
Gubernur, Walikota, Bupati dan Parpol untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan. Agus ingin mensosialisasikan protokol kesehatan secara masif.

“Meningkatkan Patroli siber untuk mencegah penyebaran HOAX, Black Campaign, Hate Speech mengingat di masa pandemi Teknologi Informasi sebagai media kampanye,” sambung dia.(RED /DHMP)

Baca Juga :  Puskominfo Indonesia,Pelaku Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah Harus Dihukum Mati